Tri Rismaharini

Tri Rismaharini
Sumber: kinibisa.com
Profesi Walikota Surabaya
Tempat lahir Kediri
Tgl Lahir 20-11-1961

Masa Kecil

Tri Rismaharini, walikota perempuan pertama Surabaya sepanjang sejarah, memang sudah tersohor namanya sebagai walikota terbaik dan benar-benar mendedikasikan diri untuk memajukan Kota Surabaya. 

Anak dari pasangan M. Chuzuzaini dan Siti Muajitun ini dilahirkan di Kediri pada 20 November 1961.  Ia menghabiskan masa kecilnya di SD Negeri Kediri. Ayahnya kala itu bekerja sebagai PNS di kantor pajak untuk mencukupi kebutuhannya dan keempat saudaranya.

Ketika duduk dibangku SMP, ia pindah ke kota pahlawan dan melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 10 Surabaya.

Masa remajanya sedikit terhalang oleh penyakit asma yang dideritanya, yang menyebabkan waktu bermainnya dengan teman-temannya terbatas. Ketika duduk dibangku SMA, ia aktif mengikuti cabang olahraga lari untuk mengantisipasi penyakit asmanya. 

Ternyata aktif olahraga lari membawa keuntungan bagi Risma. Ia bisa melawan penyakitnya sekaligus menjadi pelari andalan Kota Surabaya. Oleh karenanya, ia diberikan dispensasi oleh SMA Negeri 5 Surabaya untuk masuk lebih siang karena harus latihan lari di pagi hari.

Setelah menamatkan SMA pada tahun 1980, ia memilih jurusan arsitek di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai tempat pendidikan sarjananya dan lulus pada tahun 1987. 

Ia kemudian melanjutkan pendidikan magisternya di ITS dengan jurusan manajemen pembangunan kota dan lulus pada tahun 2002. 

 

Perjalanan Karier 

Karirnya tak jauh-jauh seperti ayahnya.  Ia berlabuh sebagai PNS dengan pekerjaan yang tidak jauh dari latar belakang pendidikannya di arsitektur. 

Ia berhasil menjabat Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (Bappeko) di usianya yang menginjak 36 tahun. 

Setelahnya, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Dinas Bangunan Kota Surabaya sekaligus Kepala Cabang Dinas Pertamanan Kota Surabaya di tahun 2001. 

Karirnya terus meroket.  Ia terus dipercaya untuk memimpin di tahun 2002 sebagai Kepala Bagian Bina Pembangunan. 

Ia sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Penelitian Dan Pengembangan sekaligus Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya pada tahun 2005.

Ketika ia berhasil memegang kepemimpinan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, ia mulai menata Kota Surabaya yang buruk penataannya.

Pada masa kepemimpinannya di DKP hingga menjadi wali kota selama dua periode, Surabaya menjadi lebih asri dan tertata dengan baik dibandingkan sebelumnya, serta lebih hijau dan lebih segar.  Pada tahun 2008, ia menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

 

Walikota Surabaya Wanita Pertama

Prestasi dan kinerja Risma di pemerintahan yang terus meroket menarik PDI Perjuangan untuk mencalonkan dirinya sebagai kandidat walikota Surabaya.  Ia dikenal sebagai seorang yang ulet, pekerja keras, ceplas ceplos, dan berpihak pada wong cilik (baca: orang kecil). 

Tidak mudah untuk membetot perhatian masyarakat Surabaya untuk memilihnya sebagai walikota, karena ia pertama kali dalam sejarah perempuan yang mengajukan diri sebagai walikota. 

Namun akhirnya ia berhasil terpilih pada usianya yang menginjak 49 tahun sebagai walikota Surabaya periode kerja 2010-2015.

Perjalanannya sebagai orang nomor satu di Surabaya juga tak begitu mulus.  Belum genap setahun menjabat, Ketua DPRD Surabaya, Wishnu Wardhana menurunkan Risma dengan hak angketnya. 

Hal ini disebabkan adanya Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 56 tahun 2010 tentang perhitungan nilai sewa reklame dan Peraturan Wali Kota Surabya Nomor 57 tentang perhitungan nilai sewa reklame terbatas di kawasan khusus Kota Surabaya yang menaikkan pajak reklame menjadi sebesar 25%. 

Menurut Ketua DPRD Surabaya, Risma dianggap telah melanggar undang-undang, yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 16/2006 tentang prosedur penyusunan hukum daerah dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. 

Sebab, walikota tidak melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait pembahasan maupun penyusunan Perwali.

Keputusan ini didukung oleh 6 dari 7 fraksi politik yang ada di dalam jajaran dewan, termasuk PDI-P yang mengusungnya untuk menjadi wali kota.  Hanya fraksi PKS yang menolak karena tindakan pemberhentian dirasa terlalu jauh dan belum adanya bukti dan data yang cukup.

Risma beralasan mengenai Perwali Nomor 57 yang diterbitkannya, pajak di kawasan khusus perlu dinaikkan agar pengusaha tidak seenaknya dalam memasang iklan di jalan umum, dan supaya kota tidak menjadi hutan iklan. 

Dengan pajak yang tinggi, pemerintah berharap nantinya pengusaha iklan beralih untuk memasang iklan di media massa, daripada memasang baliho di jalan-jalan kota.

Persoalan ini akhirnya membuat Menteri Dalam Negeri masa itu, Gamawan Fauzi, angkat bicara dan menegaskan bahwa Risma tetap menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dan menilai alasan pemakzulan Risma hal yang mengada-ada.

Ia pun tetap melanjutkan amanah dan tanggung jawabnya kepada warga Surabaya untuk memajukan Surabaya.  

Kemudian setelah kasus ini, beredar kabar bahwa banyak kalangan DPRD Kota Surabaya yang tidak senang dengan sepak terjang politik Risma.

Ia terkenal tidak kompromi dan terus maju membangun Kota Surabaya, termasuk menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya yang dinilainya tidak akan bermanfaat untuk mengurai kemacetan.

Baginya, lebih baik meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang menghubungkan area industri Rungkut hingga Jembatan Suramadu melalui wilayah timur Surabaya yang bermanfaat untuk pemerataan pembangunan kota.

Isu bahwa orang nomor satu Surabaya ini ingin mengundurkan diri mulai berhembus setelah wawancaranya di sebuah stasiun televisi swasta nasional di pertengahan 2014. 

Beberapa hal yang melatar belakangi rencana pengunduran dirinya, mulai dari pemilihan dan pelantikan wakil wali kota yang menurutnya tidak sesuai prosedur, persoala Kebun Binatang Surabaya, hingga persoalan pembangunan tol tengah Kota Surabaya.

Baca Lainnya: Sri Mulyani - Biografi

Susi Pudjiastuti - Biografi

Hampir sebagian masyarakat Surabaya menolak rencana pengunduran diri Risma dikarenakan prestasi dan hasil kerjanya selama memimpin Surabaya yang jauh lebih nyata dan efektif daripada pemimpin-pemimpin sebelumnya. 

Ia sendiri lebih banyak berpihak pada orang kecil dalam membuat kebijakan bagi Surabaya.  Bahkan muncul gerakan di media sosial bernama ‘Save Risma’ untuk mendukung kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini.

Isu ini juga menguat dengan asumsi ketidakcocokan antara Tri Rismaharini sebagai wali kota dan Wisnu Sakti Buana sebagai wakil wali kota karena Wisnu merupakan salah satu tokoh dibalik rencana pemakzulan Risma pada awal tahun 2011. 

 

Kejadian Kontroversi

Di tahun 2014, Wisnu kembali berseberangan dengan Risma dalam penutupan Gang Dolly, dimana Wisnu lebih memilih untuk mendukung warga yang tidak ingin Gang Dolly ditutup.

Pada 11 Mei 2014, perusahaan es krim Wall’s mengadakan acara bagi-bagi es krim gratis kepada masyarakat Kota Surabaya di Taman Bungkul.  Acara ini berlangsung di tengah-tengah taman. 

Warga mendekati titik pembagian es krim hingga menerobos tanaman-tanaman Taman Bungkul. Bahkan kendaraan roda dua ikut menginjak tanaman-tanaman disana.  Kondisi semakin tak terkendali, jalanan semakin macet, dan tanaman rusak parah.

Risma marah besar begitu meninjau lokasi dan mendapati bahwa semua tanaman disana rusak.  Ia langsung meminta stafnya di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya melaporkan PT. Unilever Indonesia, Tbk., selaku penyelenggara acara, ke jalur hukum. 

Dasar laporannya ia meminta untuk menggunakan UU pengrusakan lingkungan.

Penyelenggara acara siap bertanggung jawab dan menanggung kerugian yang dialami Pemerintah Kota Surabaya karena acara tersebut.  Insiden kerusakan taman akibat membludaknya jumlah warga yang datang adalah kejadian yang tidak mampu diprediksi penyelenggara. 

Antusiasme warga Surabaya sangatlah tinggi dimana hanya diprediksi sebanyak 10.000 orang.  Namun yang terjadi pengunjung yang datang mencapai tujuh kali lipatnya sebanyak 70.000 orang karena banyak pengunjung yang datang dari luar Surabaya.

 

Menjadi Walikota Kembali

Pada pilkada serentak pertama Indonesia di tahun 2015, Risma kembali diusung bersama PDI-P berpasangan dengan Wisnu Sakti Buana.  Elektabilitasnya yang sangat tinggi dan wibawanya yang terlampau kuat di mata warga Surabaya, membuat langkahnya di Pilwali Surabaya 2015 tidak berjalan mulus. 

Ia sempat dihadang dengan fenomena calon tunggal yang membuat penyelenggaraan pilkada Surabaya terancam diundur hingga Pilkada Serentak 2017.

Ia juga sempat dihadang drama politik pilkada, yakni calon wakil wali kota rivalnya yang menghilang dari pendaftaran di KPU Surabaya; surat rekomendasi partai yang tidak turun ke pasangan rivalnya; hingga beberapa partai yang tergabung dalam koalisi majapahit memilih tidak mengusung calon pada Pilwali Surabaya 2015. 

Baca juga: Mengenal Politikus Generasi Millenial: Tsamara Amany

Setelah proses yang cukup panjang, Risma-Wismu akhirnya memperoleh rival, yaitu pasangan Rasiyo-Lucy yang diusung oleh Partai Demokrat dan PAN.  Berdasarkan hasil pemilihan, pasangan Risma-Wisnu berhasil memperoleh suara 86,34% dan ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih untuk periode 2016-2021.

Dibawah kepemimpinan Risma selama dua peridoe, Surabaya berhasil meraih beberapa prestasi. Diantaranya piala adipura kencana selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2011-2014 untuk kategori kota metropolitan, serta adipura paripurna pada tahun 2016. 

Selain itu, Surabaya berhasil menjadi kota terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan.

Di tahun 2013, Surabaya memperoleh penghargaan dari Future Government Awards 2013 tingkat Asia-Pasifik di dua bidang sekaligus yaitu data center dan iklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia Pasifik.

Surabaya menerapkan sistem respon cepat yang terinspirasi dari restoran cepat saji McDonald’s. Warga dapat mengirimkan keluhan dan saran melalui telepon, pesan singkat, surat elektronik, faks, situs internet, dan sosial media. 

Tak hanya itu saja.  Dibangun pula Broadband Learning Center untuk memberi pelatihan bagi petani agar terkoneksi dengan jaringan sistem pelayanan daring. Sistem ini memudahkan petani dan pekerja di sektor industri lain untuk membangun akses pemasaran produk.

Taman bungkul sendiri yang diperjuangkan pemugarannya meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari PBB sebagai taman terbaik se-Asia. 

Risma sendiri pernah dinobatkan sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik didunia pada 2014 atas keberhasilannya membawa Surabaya sebagai kota metropolitan terbaik penataannya.

Surabaya kembali menerima penghargaan dikancah internasional sebagai Future City versi FutureGov untuk Surabaya Single Windoe (SSW) untuk kemudahan sistem pelayanan kemudahan izin investasi Kota Surabaya.

Sepanjang 2015, ia beberapa kali menerima penghargaan. Diantaranya sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation karena keberanian dan kegigihannya dalam memajukan dan mengubah wajah Kota Surabaya menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya. 

Ia juga menuai pujian atas keberaniannya menutup Gang Dolly yang merupakan kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, serta respon cetapnya dalam menangani korban insiden Air Asia QZ8501. 

Nama Tri Rismaharini juga mampu menembus jajaran 50 tokoh berpengaruh di dunia versi majalah Fortune bersama dengan tokoh fenomenal lainnya seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg, Perdana Menteri India Narendra Modi, dll.

Di tahun yang sama, Ia juga menerima anugerah tanda bintang jasa utama dari Presiden Joko Widodo.

Tak hanya itu saja. Dia memperoleh penghargaan anti korupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award atas keberhasilannya membangun tata kota Surabaya menjadi lebih apik dan tertata, serta mengembangkan sistem e-procurement agar proses pelelangan menjadi transparan dan bebas korupsi. 

Sistem ini dinilai lebih mudah, mampu mencegah praktek korupsi, dan menghemat anggaran daerah hingga Rp 800 miliar setiap tahunnya.

           

 

Sumber:

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/11/14/oze3ed335-wagub-jatim-bangga-punya-tri-rismaharini

https://news.idntimes.com/indonesia/santi-dewi/empat-pesan-tri-rismaharini-di-creativepreneur-corner-2018-di-surabaya-1/full

https://www.rappler.com/indonesia/berita/193029-warga-surabaya-tolak-tri-rismaharini-maju-pilkada-jawa-timur-2018

https://sumbar.antaranews.com/berita/220707/tri-rismaharini-berbagi-pengalaman-bangun-surabaya-kepada-masyarakat-kampus-di-padang

https://nasional.sindonews.com/read/960992/149/risma-wali-kota-terbaik-ketiga-di-dunia-1423204378

https://hello-pet.com/mario-teguh-belum-kenal-tri-rismaharini-gamer-sekaligus-walikota-terbaik-dunia-104954

https://www.viva.co.id/siapa/read/84-risma

https://id.wikipedia.org/wiki/Tri_Rismaharini



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi