Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti
Sumber: Hariannusa
Profesi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Pengusaha
Tempat lahir Pangandaran
Tgl Lahir 15-01-1965

Masa Kecil

Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan dan Kelautan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo ini, dilahirkan di Pangandaran pada 15 Januari 1965 silam.  Ia dilahirkan dari pasangan wiraswasta H. Ahmad Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah. 

Kakek buyutnya, Haji Ireng, dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya.  Selama lima generasi keluarga besarnya lahir dan hidup di Pangandaran. 

Kehidupan keluarganya sehari-hari mengandalkan dari hasil ternak dan penjualan hewan potong seperti sapi dan kerbau.  Hewan-hewan potong ini didistribusikan ke daerah terdekat antar Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejak kecil, ia dikenal sebagai seorang yang sederhana dan kepandaiannya telah tumbuh sejak SD.  Kegemarannya membaca dan mempelajari bahasa asing hingga ia fasih berbahasa Inggris dan Jerman. 

Ia juga memiliki semangat berbisnis dimana ia tidak merasa malu untuk berjualan ikan keliling meski ia anak dari keluarga berada.  Selain itu, Ia pernah berjualan bed cover dan pakaian ketika duduk dibangku SMP.

Selepas dari bangku SMP, ia melanjutkan pendidikan SMA di Yogyakarta.  Disana ia banyak melahap buku yang berbau filsafat dan politik melampaui pemikiran teman-teman seusianya. 

Ia juga berprestasi di sekolah.  Tapi karena keaktifannya di Gerakan Golput, ia yang masih berusia 17 tahun dikeluarkan dari sekolah ketika duduk di kelas 2 SMA .

Setelah dikeluarkan dari sekolah, ia tidak berminat untuk kembali mengenyam bangku pendidikan.  Meski keluarganya marah dan membuatnya tidak bertegur sapa dengan sang ayah selama hampir dua tahun, ia tetap pada pendiriannya untuk tidak melanjutkan pendidikannya. 

Ia menyadari bahwa pilihannya gila, tapi baginya ini adalah hidupnya dan dia ingin memutuskan sendiri urusan hidupnya.

 

Memulai Hidup Mandiri

Hal pertama yang dilakukannya setelah keluar dari sekolah adalah menjual perhiasan miliknya yang senilai Rp 750.000,00 pada masa itu. Hasil penjualan itu digunakannya untuk memulai usaha pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983.

Dalam waktu setahun, ia berhasil menguasai Pasar Cilacap karena keikutsertaannya sebagai peserta lelang.  Ia mampu menaksir harga dengan cepat, memperkirakan calon pembeli, dan membeli ikan-ikan yang dilelang.

Selain mengikuti lelang, Susi juga berani untuk menawarkan hasil lautnya pada beberapa restoran.  Tidak semua restoran yang ia tawarkan mempercayai kualitas ikan yang dijualnya pada saat awal merintis. 

Namun karena kegigihannya dalam menawarkan dan memilih ikan berkualitas tinggi, akhirnya cukup banyak restoran yang menjadi pelanggan tetapnya.

 

Merintis Perusahaan

13 tahun kemudian setelah malang melintang dengan bisnis pengepul ikan, ia memberanikan diri untuk mendirikan sebuah pabrik pengolahan ikan bernama “PT. ASI Pudjiastuti Marine Product” di tahun 1996. 

Produk andalannya adalah ikan lobster dengan merk “Susi Brand”.  Pemasarannya tidak hanya menjangkau dalam negeri, bahkan meluas hingga mancanegara seperti Jepang dan beberapa negara lain di Asia, Eropa, dan Amerika.

Pengemasan Lobster di Pangandaran Sumber: WWF Indonesia

 

Mendistribusikan hasil laut dalam jumlah melimpah tentu memunculkan masalah karena menyita banyak tempat dan biaya.  Ia juga memikirkan tentang kesegaran lobster jika perjalanan yang ditempuh cukup lama melalui darat. 

Suaminya, Christian von Strombeck, yang berprofesi sebagai pilot sangat mendukung langkah-langkahnya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.  Hingga di satu titik mencapai kesimpulan bahwa ia harus membeli sebuah pesawat yang mempu mengakomodir kebutuhan pengiriman hasil laut tersebut.

Masalah kembali muncul tatkala ia mengajukan pinjaman.  Pada tahun 2000, ia mengajukan pinjaman dana ke bank untuk memperluas bisnisnya.  Namun kesabarannya harus diuji hingga tahun 2004 dana tersebut baru cair sebanyak Rp 47 miliar. 

Dana sebesar itu kemudian menjadi modal untuk membeli 2 unit pesawat Cessna dan pembangunan landasan udara di Pangandaran.  Ini merupakan titik awal dimana bisnisnya berkembang menjadi lebih maju.

Di akhir tahun 2004, tsunami menyapu hampir keseluruhan wilayah Aceh dan menggemparkan seluruh sunia.  Banyaknya korban yang berjatuhan menggerakkan hati nurani untuk menolong.

Rasa kemanusiannya yang akhirnya mendorong untuk menawarkan bantuan dari apa yang dimilikinya, yaitu pesawat.  Pesawat tersebut ditawarkan secara cuma-cuma kepada beberapa pihak yang ingin mengirimkan bantuan ke Aceh. 

Bantuan tersebut tidak berjalan mulus begitu saja.  Banyak pihak yang meragukan karena belum ada izin terbang atau izin operasi, bahkan tidak ada kepastian pesawat dapat mendarat atau tidak pada saat itu. 

Baca Lainnya: Sri Mulyani - Biografi

Tri Rismaharini - Biografi

Namun Susi tidak menyerah dengan terus meyakinkan semua pihak bahwa Meulaboh mampu ditembus melalui udara.  Keputusan nekatnya ini ternyata berhasil. 

Setelah penerbangan pertama menuju Meulaboh, sejak hari itu pesawat Cessna milik Susi berubah menjadi pesawat bantuan bencana tsunami Aceh dari berbagai LSM dalam dan luar negeri. 

Ia juga memberikan bantuan bahan makanan, obat-obatan, dan 20 unit perahu beserta perlengkapannya agar masyarakat pesisir Aceh dapat kembali berani mencari ikan di laut.

 

Lahirnya Susi Air

Dari bencana Aceh tersebut, Susi mendapati jika banyak daerah terpencil di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh transportasi udara.  Baginya ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan bisnisnya menjadi penyedia jasa transportasi berbagai produk perikanan. 

Tahun 2004 ia meresmikan maskapai penerbangan yang diberi nama PT. ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), yang mengkhususkan untuk pengoperasian pesawat kecil dengan rute daerah terpencil di Indonesia. 

Tadinya, maskapai ini berfokus pada jasa transportasi angkut perikanan, namun akhirnya merambah pada angkutan penumpang ke daerah terpencil.

Sembilan tahun mengembangkan Susi Air, perusahaannya mampu memiliki 42 pesawat yang terdiri dari berbagai macam jenis pesawat kecil seperti Cessna Grand Caravan, Piaggio P. 180 Avanti II, Agusta Westland Grand, Pilatus PC-6 Porter, dll. 

Susi Bersama Salah Satu Armada Pesawat Milik Susi Air

 

Ia juga mendirikan Susi Air Training Center pada tahun 2008 sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bagi calon pilot dengan pesawat kecil.  Training center ini didirikan karena perputaran pilot di maskapainya yang tinggi dan sulitnya untuk merekrut pilot lokal.

Ia juga peduli pada persoalan korupsi, kehancuran lingkungan dan hutan yang masih menjadi persoalan lama Indonesia.  Ia bisa tahu persis kerusakan hutan di Jawa Barat, illegal logging di Kalimantan dan Papua, serta kapal-kapal asing yang menggunakan bendera Indonesia dengan menyewa kapal perusahaan-perusahaan lokal dari atas pesawat pribadinya.

Kapal besar tersebut mengonsumsi solar sebanyak 10-30 ton.  Tidak hanya menyoroti pencurian ikan besar-besaran oleh asing, tetapi juga pencurian solar bersubsidi.

Fenomena-fenomena inilah yang akhirnya setelah ia menjadi menteri, memunculkan gagasar menenggelamkan kapal sebagai sanksi sosial dan hukuman akibat mencuri ikan di perairan Indonesia.

 

Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan

Pada tahun 2014, Susi mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo untuk mengisi jabatan menteri kelautan dan perikanan dalam kabinet kerja bentukan presiden. 

Setelah mendapat mandat tersebut, Susi melepaskan jabatannya sebagai pemimpin di perusahaan untuk menghindari konflik politik apabila ia masih menjadi pemimpin dan menteri sekaligus.  Ia juga ingin sepenuhnya fokus mengabdikan diri pada negara ketika ditunjuk menjadi menteri.

Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai menteri juga mendapatkan sorotan lebih dari khayalak karena dianggap hanya lulusan SMP tapi ditunjuk menjadi seorang menteri.

Jokowi sendiri punya alasan kuat menunjuknya sebagai menteri kelautan dan perikanan, dimana pengalaman Susi selama tiga dasawarsa malang melintang di dunia perikanan bisa memberikan kontribusi terhadap kelautan dan perikanan Indonesia. 

Sebagai seorang yang memulai usahanya dari bawah, Susi paham betul problematika yang kerap kali dihadapi oleh nelayan dan perkembangan dunia perikanan.

Karena latar pendidikan dan penampilannya yang cuek, Susi pun akhirnya dikenal publik sebagai pribadi yang nyentrik.  Dibawah kepemimpinannya, kementrian kelautan dan perikanan menunjukkan banyak kemajuan yang signifikan. 

Hal ini sejalan dengan visi misinya untuk memajukan nelayan dan menyejahterakan masyarakat melalui kekayaan laut Indonesia.

Ia sendiri telah beberapa kali diganjar berbagai penghargaan.  Ia juga sebagai satu-satunya menteri yang baru saja lulus ujian Paket C namun diberi gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro Semarang dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Beberapa waktu lalu ia diberi kehormatan untuk memberi kuliah umum di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat, dengan tema The State of Fisheries in Indonesia and Beyond setelah di tahun 2016 silam ia pernah memberikan kuliah tamu yang sama.

Menerima Penghargaan Leaders for a Living Planet Award dari WWF 2016 Sumber: WWF Indonesia

 

Pesannya kepada anak bangsa, “Dunia tidak kejam kok. Saya percaya. Yang penting kita harus jujur, kerja keras, menepati apa yang sudah kita janjikan.” Ia mengungkapkan prinsip yang dipegangnya selama berbisnis, “Hidup hanya sebentar, saya tak mau kehilangan waktu saya.  Saya katakan, jika tidak bisa memperlakukan dengan baik pada saya, maka akan ada orang lain menggantikan tempat saya.”

Kerja keras Susi pun mengantarkannya untuk menerima beberapa penghargaan diantaranya:

  • Purwa citra Priangan Award untuk Peningkatan Kehidupan Nelayan dari Pikiran Rakyat (2004)
  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat (2004)
  • Pelopor Ekspor Ikan Laut dari Gubernur Jawa Barat (2005)
  • Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia (1005)
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia (2006)
  • Metro TV Award for Economics-2006,
  • Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat (2008)
  • Saudagar Tatar Sunda dari Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat (2008)
  • Berprestasi Award dari PT Exelcomindo (2009)
  • Sofyan Ilyas Award dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (2009)
  • Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award dari Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (2010)
  • Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB (2011)
  • Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC (2011)
  • People of The Year 2013 dari Koran Sindo (2014)
  • Person of The Year 2014 dari Warga Kota Solo (2015)
  • Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat (2015)
  • Perempuan Pertama yang Menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, dari Museum Rekor Indonesia (MURI) (2015)
  • Penghargaan Perempuan Jawa Barat, dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI Jawa Barat) (2015)
  • Penghargaan 10 Nopember dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya) (2015)
  • Tokoh Publik Inspirasional Tahun Ini, Public Relation Award and Summit, dari Serikat Perusahaan Pers (2016)
  • Leaders for a Living Planet Award dari WWF 2016
  • Peter Benchley Ocean Awards (2017)
  • Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit yang diselenggarakan di Seattle, Washington, Amerika Serikat (2017)
  • The BBC 100 Women 2017
  • Srikandi Nekat Award dari Yayasan Retno Sekar Budoyo (2018)
  • Creative & Innovative Person of the Year; Indonesian Choice Awards NET. 5.0 (2018)

 

 

Sumber:

https://www.biografiku.com/2014/12/biografi-dari-susi-pudjiastuti.html

https://www.viva.co.id/siapa/read/77-susi-pudjiastuti

http://www.pilihanrakyat.id/2015/10/biografi-susi-pujiastuti-menteri.html

http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39338696

https://www.finansialku.com/kisah-sukses-ibu-susi-pudjiastusi-pendiri-susi-air-dan-susi-brand/

https://id.wikipedia.org/wiki/Susi_Pudjiastuti



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi