Ir. Ciputra

Ir. Ciputra
Sumber: Chilla World
Profesi Pengusaha
Tempat lahir Parigi, Sulawesi Tengah
Tgl Lahir 24-08-1931
Tgl Meninggal 27-11-2019

Pertumbuhan properti yang pesat di Indonesia tak lepas dari peranan penting pengusaha properti yang berani membangun sebuah wilayah untuk kemajuan daerah tersebut.

Bapak properti legendaris di Indonesia salah satunya yang terkenal adalah Ciputra yang memiliki berbagai lini bisnis berlabel ‘Ciputra’ di bawah naungan Ciputra Group.

 

Masa Kecil

Ciputra atau Tjie Tjin Hoan sendiri dilahirkan di Desa Bumbulan, Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 silam dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio. Kedua orang tuanya adalah seorang pedagang kelontong di Desa Bumbulan.

Sejak kecil, ia telah membantu orang tuanya berdagang, sehingga telah terbiasa bermain sambil berdagang. Lingkungan keluarganya sukses menciptakan lingkungan entrepreneurial.

Orang tuanya adalah sosok pedagang kecil yang sangat menghargai pelanggannya. Hal tersebut memberikan pengaruh kepada Ciputra sejak ia kecil untuk bekerja keras, integritas, persistensi, dan memiliki determinasi dalam hidup.

Masa kanak-kanak Ciputra sendiri tidak begitu beruntung. Bungsu dari tiga bersaudara ini, di usia enam hingga delapan tahun diasuh oleh tante-tantenya yang cukup “bengis”. Ia selalu diberi pekerjaan yang berat atau menjijikkan, semisal membersihkan tempat ludah.

Tetapi, ketika menikmati es gundul (hancuran es diberi sirup), para tantenyalah yang terlebih dahulu mencecap rasa manisnya. Ia menilai hal tersebut sebagai hikmah tersembunyi dimana jiwa dan pribadinya digembleng.

Ia terbiasa memburu binatang hutan dengan tombak dan 17 ekor anjing yang kemudian dikonsumsi, dan selebihnya dijual untuk membantu menopang ekonomi keluarga. Tidur sendiri di tengah kebun demi menjaga ladang adalah salah satu tugas yang biasa dilakukannya.

Di tahun 1944, ayahnya ditangkap oleh tentara pendudukan Jepang karena dituduh sebagai anti-Jepang dan tidak pernah kembali lagi. Praktis, ibunya menjadi orang tua tunggal yang harus membanting tulang menghidupi keluarga.

Di usia remaja, keadaan memaksanya menjadi seorang pengusaha kecil untuk menyambung hidup. Ia menjual hasil pertanian dan perburuan.

Ia terbiasa membuat topi dau daun yang kemudian dijual di masyarakat. Keadaan inilah yang semakin menempa benih-benih entrepreneurship di dalam jiwanya.

Perjuangannya untuk bersekolah sendiri tidaklah mudah. Saat menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD), ia harus berjalan kaki sepanjang tujuh kilo meter tidak menggunakan alas kaki di pagi buta.

Sepulang sekolah, terik matahari dan hujan lebat seringkali menjadi teman perjalanannya diiringi perut kosong. Penderitaan itu tidak melunturkan semangatnya bahwa pendidikan nantinya akan membebaskan dari himpitan kemiskinan dan kemelaratan.

 

Masa Muda 

Pendidikan sekolah menengahnya dilanjutkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Frater Don Bosco Manado. Setamat SMA, ia merantau ke Pulau Jawa untuk berkuliah di jurusan Arstiektur Institut Teknologi Bandung (ITB).

Setamatnya kuliah di ITB, ia bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan PT. Daya Cipta di tahun 1957 di Bandung.

Biro arsitek milik ketiga pemuda ini sudah memiliki kontrak pekerjaan yang cukup lumayan untuk masa itu dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang ditanganinya antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh.

Di tahun 1960, Ciputra pindah ke Jakarta untuk mendulang kesuksesan karier yang lebih maju. Dengan bendera perusahaan PT. Perentjaja Djaja IPD, ia menembak proyek bergengsi pembangunan pusat perbelanjaan di Kawasan Senen.

Berbagai cara dilakukannya untuk memuluskan proyek tersebut. Salah satunya menemui Gubernur Jakarta kala itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya.

Gayung pun bersambut. Pertemuannya dengan Soemarno ditindak lanjuti dengan mendirikan PT. Pembangunan Jaya, setelah dirapatkan dengan Presiden Soekarno.

Usai proyek pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya.

Perusahaan yang sahamnya sebanyak 40% dimiliki Pemda DKI inilah, merupakan tempat dimana Ciputra menunjukkan kemampuan dan kelasnya sebagai entrepreneur sekaligus arsitek profesional yang handal.

Jaya Group yang didirikan pada tahun 1961 dengan modal Rp 10 juta, mampu memiliki total aset sekitar Rp 5 trilyun. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi hingga berusia 65 tahun, setelah itu sebagai penasehat.

 

Karier di Bidang Properti

Suami dari Dian Sumeler ini pernah memberikan petuah bahwa “Modal bukan menjadi alasan untuk tidak maju. Jika tidak mempunyai modal tetapi memiliki konsep yang bagus, Anda bisa bekerja sama dengan orang lain yang memiliki modal”. Keyakinan inilah yang berhasil mengantarkan karier cemerlangnya di Jaya Group.

Tak puas di Jaya Group, Ciputra mendirikan perusahaan Metropolitan Group untuk membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai, atau lebih dikenal dengan BSD Serpong bersama Sudono Salim, Budi Brasali, Ibrahim Rasyid, dan Sudwikatmono.

Sukses berkarier di kedua perusahaan tersebut, Ciputra akhirnya mendirikan perusahaan keluarga yang diberi nama Ciputra Group di tahun 1981.

Baca Lainnya: Lo Kheng Hong - Biografi

Gara-Gara Kesulitan Cari Sepatu, Kini Menjadi Jutawan

Hari Darmawan: Dari Bisnis Retail ke Bisnis Sosial

Jumlah seluruh anak usaha dari kelima grup perusahaan tersebut tentunya diatas 100. Ciputra pernah berkelakar jika anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi jika lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi.

Pada saat terjadi krisis moneter di Indonesia tahun 1998, ketiga perusahaan properti yang dipimpin Ciputra terkena imbasnya, mulai dari Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Meskipun ketiga perusahaan tersebut telah melakukan penghematan besar-besaran, Ciputra Group terpaksa melakukan PHK kepada 7.000 karyawannya hingga yang tersisa hanya 35% dari total karyawan, dan karyawan yang bertahanpun harus menerima potong gaji 40% untuk kelangsungan perusahaan agar tetap berjalan.

Dua perusahaan di Ciputra Group ada yang tidak bisa diselamatkan, yakni Bank Ciputra yang ditutup pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis sebelum krisis ekonomi di Indonesia juga ikut tutup.

Ciputra dalam Acara Peluncuran Bisnis Asuransi Milik Ciputra Group, Ciputra Life Sumber: Siar.com

Setelah dihantam krisis moneter, Ciputra bangkit untuk memperluas dan memperkuat bisnis-bisnisnya.

Beberapa tahun setelahnya, dengan segera perusahaan properti miliknya membangun beberapa proyek di beberapa kota besar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Meski bisnisnya dihantam krisis, Ciputra tidak mudah putus asa dan tetap optimis dalam membangun kerajaan bisnis propertinya.

Tak salah jika ia dijuluki sebagai Bapak Real Estate Indonesia yang juga pendiri sekaligus presiden pertama Asosiasi Real Estate Indonesia (REI).

 

Kiprah di Bidang Sosial

Bagi Ciputra, pendidikan adalah kunci sukses generasi bangsa. Ia terlibat dalam pembentukan lebih dari 10 lembaga pendidikan, dari TK hingga perguruan tinggi dalm 35 tahun terakhir.

Dia pernah menjabat sebagai ketua di Don Bosco Foundation, Jaya Yayasan Pendidikan, Tarumanegara Foundation, dan Prasetya Mulya Foundation.

Di tahun 2008, ia dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh Universitas Tarumanegara atas dedikasinya di bidang pendidikan.

 Di tahun 2003, Ciputra mulai mendirikan yayasan pendidikan sendiri yang dibangun di Surabaya. Sekolah ini dirancang Ciputra, yang pernah meraih penghargaan Lifetime Achievement Award 2016, dengan kurikulum yang menitik beratkan pada kewirausahaan supaya lulusannya kelak bisa menjadi pengusaha.

Ia pun semakin dikenal sebagai sosok penyebar semangat kewirausahaan di Indonesia.

Hal ini juga mengantarkannya pada penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) yang berhasil memencahkan rekor sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak.

Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 1.600 dosen. Ia juga dinobatkan oleh Ernst & Young sebagai Entrepreneur of the Year 2007.

Selain aktif di bisnis properti, Pak Ci tidak lupa untuk berderma dengan sesama. Salah satu yang dilakukannya adalah dengan mendirikan berbagai yayasan sosial.

Ia sendiri pernah terlibat aktif dalam pendirian Ikatan Arsitek Indonesia, Asosiasi Real Estate Indonesia (REI), Asia Pacific Real Estate Foundation (APREF), dan orang Indonesia pertama yang terpilih sebagai Ketua Federasi Internasional Asosiasi Real Estate (FIABCI) pada tahun 1989-1990.

 Dalam bidang olahraga, kiprah Ciputra dalam mengelola Jaya Raya Foundation dan Jaya Raya Badminton Club telah menghasilkan beberapa juara dunia, seperti juara dunia ganda pria Olimpiade 2008 dan juara ganda pria pada Asian Games 2010.

Ia juga penggagas dan salah satu pendiri dari AYUB (Yayasan Asosiasi Bangsa). Di tahun 1986, Ciputra mendirikan Ciputra Foundation untuk menyediakan dana pendidikan dan tanggung jawab sosial lainnya.

Ia juga menerbitkan beberapa buku mengenai kewirausahaan yang berjudul Ciputra: The Entrepreneur – Passion of My Life Ciputra (2018) dan Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Bangsa dan Masa Depan Anda (2009). Ada pula beberapa buku biografinya dan buku yang mengulas tentang praktik entrepreneurship.

Penghargaan Maecenas FTI 2016 pernah didapatkannya sebagai apresiasi atas dedikasi Ciputra mendirikan Ciputra Artpreneur yang terdiri dari Theatre berstandar internasional, galeri untuk berbagai acara, dan museum yang memamerkan berbagai karya seni kontemporer dan modern koleksi pribadinya.

Bagi Ciputra, selain aktif berbisnis dan bersosial, tidak ada yang lebih berharga daripada mengubah kehidupan orang menjadi lebih baik.

                       

Sumber:

https://swa.co.id/swa/review/ciputra-ceritakan-perjuangan-hidupnya-lewat-biografi

http://digilib.uinsby.ac.id/8236/3/bab%202.pdf

https://properti.kompas.com/read/2016/03/25/124653521/Ciputra.di.Antara.Megaproyek.Reklamasi.Warisan.Karya.dan.Putera.Mahkota

https://ekonomi.kompas.com/read/2013/04/01/17253318/ciputra.orang.indonesia.pertama.peraih.quotluminaryquot

https://www.jurnal.id/id/blog/2018/rahasia-kisah-sukses-ciputra-memulai-binsis-tanpa-modal

https://id.wikipedia.org/wiki/Ciputra

https://www.ciputra.com/id/pendiri/

https://ekonomi.kompas.com/read/2011/12/29/09024673/Belajar.dari.Ciputra



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi