Emil Dardak

Emil Dardak
Sumber: Kumparan
Profesi Wakil Gubernur Jawa Timur
Tempat lahir Jakarta
Tgl Lahir 20-05-1984

Ia memiliki nama asli Emil Elestianto Dardak.  Lahir di Jakarta, 20 Mei 1984 ia merupakan cucu Haji Mochamad Dardak, Kyai Nahdlatul Ulama (NU). Ayahnya, Hermanto Dardak, dulunya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum di era kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (2010-2014).

Sementara ibunya, Sri Widayati, merupakan seorang dosen infrastruktur di teknik sipil UI yang juga keturunan Wiloejo Poespojudo, Gubernur Lemhanas RI pertama. Tidak heran jika sebenarnya ada darah politik yang mengalir di tubuhnya.

Sejak kecil, ia telah mahir bermain instrumen keyboard dan gitar. Saat usia tujuh tahun, ia bisa bermain keyboard berkat belajar otodidak dari pamannya. Menimba ilmu SMA di Raffless Institute Singapura, ia pernah menjadi gitaris dan sempat tampil dalam beberapa konser musik.

Bahkan ia pernah berkolaborasi dengan Bojes, salah satu finalis AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Penyuka jazz ini terus mengasah kemampuan bermusiknya ketika studi S2 di Jepang dengan tampil di berbagai acara musik dan café jazz di Kota Beppu.

Talentanya di dunia musik tidak hanya bermain instrumen tetapi juga menyanyi. Ia sempat terjun di dunia hiburan sebagai solois dan merilis album bertajuk Emil yang dirilis pada tahun 2009. Ia membawakan ulang lagu “Sesaat Kau Hadir” yang pernah dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa.

Kecerdasan Emil terbukti saat mendapatkan kesempatan beasiswa SMA di Singapura. Lalu saat masih berusia 17 tahun, ia telah memperoleh gelar diploma dari Melbourne Institute of Business and Technology. Lalu ia meneruskan pendidikan sarjana di New South Wales University, Australia.

Setelah memperoleh gelar diploma, ia berkecimpung di proyek pembangunan milik World Bank di usia yang masih sangat muda. Kembali ke Jakarta, ia juga sempat bekerja di agensi periklanan Ogilvy sebagai Media Analysist Consultant.

Tahun 2004, Emil bertolak ke negeri sakura untuk meneruskan studi S2 di Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Ia pun menuntaskan pendidikan S3 di universitas yang sama. Di usia 22 tahun, ia telah meraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan dan menjadi peraih doktor termuda di universitas tersebut.

Ilmu doktoral ekonomi pembangunan yang diperolehnya dari negeri sakura menjadi bekalnya untuk menggeluti bidang pembangunan yang telah menjadi daya tariknya sejak muda.

Baginya, pembangunan tidak hanya membuat suatu wilayah lebih maju secara ekonomi, teknologi, dan infrastruktur, tapi juga bentuk melakukan kebaikan untuk orang banyak.

Melihat penyediaan infrastruktur yang bersinggungan dengan teknologi yang masih menjadi tantangan Indonesia, menurutnya itu menjadi sebuah peluang baginya untuk turun tangan membangun bumi pertiwi.

Tak salah jika Emil memilih untuk bekerja di salah satu BUMN, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) setelah menjadi dirut di Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Karier korporatnya mencapai puncak di tahun 2012 setelah ia ditunjuk menjadi Chief Business Development and Communication sekaligus Executive Vice President (VP). Bisa dibilang di usianya yang masih cukup muda ia telah mencapai puncak karier korporat.

Berkat ketekunan dan kepiawaiannya di bidang pembangunan, ia sendiri pernah menulis buku bersama dekan IPB, Dr. Ernan Rustiadi, mengenai strategi pembangunan desa.

Tepat di usia 29 tahun, ia mempersunting model sekaligus aktris cantik Arumi Bachsin yang masih berusia 19 tahun saat itu. Dari pernikahannya, keduanya dikaruniai seorang anak perempuan dan laki-laki yang diberi nama Lakeisha Ariestia Dardak dan Alkeinan Mahsyir Putro Dardak.

Setelah dua tahun menikah, kader Demokrat ini memutuskan untuk pivot karier di dunia politik. Ia memulai dengan maju sebagai calon bupati dalam Pilkada Trenggalek 2015 berpasangan dengan Mochamad Nur Arifin. Emil-Nur Arifin pun menjadi pasangan termuda dalam pilkada tersebut. Pasangan ini diusung oleh tujuh partai politik, yakni Partai Demokrat, PAN, Golkar, Gerindra, PDIP, Hanura, dan PPP.

Sementara lawannya adalah Kholiq-Priyo Handoko yang diusung PKB, Partai Nasdem, PKPI, dan PKS. Hasilnya Emil-Nur Arifi langsung menang telak dengan perolehan lebih dari 76 persen.

Meski tidak punya pengalaman politik, tapi Emil optimis bisa membangun dan memajukan Trenggalek. Dengan pengalamannya sebelumnya, dia pun mulai dengan membuat terobosan-terobosan untuk membenahi permasalahan di masyarakat. Contohnya menciptakan pelayanan kemiskinan berbasis musyawarah desa. Hasilnya kelak menentukan kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan.

Selain itu, dari sisi layanan kesehatan, pelayanan rumah sakit di Trenggalek juga berhasil mencapai akreditasi tertinggi. Infrastruktur berupa jalan ke Munjungan yang merupakan kecamatan terjauh dan tersulit untuk diakses telah dibenahi dan dimudahkan.

Untuk menumbuhkan ekonomi rakyat, ia sendiri membuka lapangan kerja dengan menggelar job market fair. Lalu perlahan Trenggalek dibangunnya menjadi salah satu daerah di selatan Pulau Jawa yang cukup maju dan tidak kalah dengan daerah lainnya.

Di sektor pariwisata, Trenggalek ternyata menyimpan pantai indah nan eksotis yang masih tidak begitu dikenal masyarakat luas karena dianggap jauh dari Surabaya dan Solo.

Berkat kerjasamanya dengan beberapa pihak, ia membangun kawasan wisata agar bisa menjadi objek wisata yang menjadi sumber pendapatan daerah di sektor pariwisata.

Selain itu kawasan hutan yang kaya akan nilam dan cengkeh dijadikan bahan baku minyak atsiri. Trenggalek pun diangkat menjadi sentra rujukan riset minyak atsiri di Indonesia, berkerja sama dengan Institut Atsiri dari Universitas Brawijaya, Malang.

Selama tiga tahun mengabdi menjadi Bupati Trenggalek, banyak penghargaan yang diraih oleh Emil antara lain Regional Marketeers Award 2016, masuk daftar 39 kepala daerah terbaik dunia, Satya Lencana Aditya Karya Mahatva Yoda atas kiprahnya menjaga eksistensi Karang Taruna di Trenggalek, dan Entrepreneur Award 2017 atas upayanya mengentaskan kemiskinan melalui Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan dan Kerentanan (Gertak).

Selain itu, Kabupaten Trenggalek sendiri pernah menerima penghargaan Anubhawa Sasana Desa atas inovasi untuk membangun desa dan kelurahan, penghargaan Natamukti atas kemajuan usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar banyak warga yang mau menjadi pengusaha lokal, serta penghargaan Swasti Saba Wiwerda karena mampu mewujudkan kabupaten sehat.

Program menuju kabupaten sehat sendiri diwujudkan dengan mengembangkan Puskesmas Watulimo sebagai puskesmas pariwisata, menyediakan kawasan pemukiman layak huni melalui rumah susun sewa (rusunawa), juga membangun tempat pembuangan akhir (TPA) khusus untuk sampat dari kawasan tempat wisata.

Setelah dua tahun menjadi Bupati, Emil digandeng oleh Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI periode 2014-2018 untuk mengikuti pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2018.

Didukung oleh Partai Demokrat, Golkar, PPP, Nasdem, PAN, dan Hanura, pasangan ini akhirnya memenangi pilgub Jawa Timur 2018 dengan memperoleh suara 53,55%, mengalahkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Pada tanggal 13 Februari 2019, Emil Dardak resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

Kisah inspiratif Emil Dardak ini membuktikan bahwa orang muda juga bisa mengabdi untuk memajukan daerah, serta jangan remehkan orang yang belum berpengalaman namun ingin belajar, karena siapa tahu ia justru yang lebih banyak membawa banyak perubahan bagi lingkungannya.

 

 

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Emil_Dardak

https://tirto.id/sejarah-hidup-emil-dardak-wakil-gubernur-jawa-timur-termuda-dg4F

https://www.suara.com/news/2019/02/13/150500/jadi-wagub-jatim-begini-perjalanan-karier-emil-dardak-si-doktor-muda

https://kumparan.com/@kumparannews/8-fakta-emil-dardak-doktor-di-usia-22-tahun-hingga-jago-main-gitar

https://www.tabloidbintang.com/berita/sosok/read/75340/cerita-emil-dardak-tentang-kemajuan-kabupaten-trenggalek

https://humassetda.trenggalekkab.go.id/berita/desember/429-bupati-emil-dardak-raih-regional-marketeers-award-2016

http://surabaya.tribunnews.com/2018/01/25/baru-2-tahun-pimpin-trenggalek-emil-dardak-dapat-penghargaan-dari-karang-taruna-nasional

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3759686/melalui-gertak-bupati-emil-raih-penghargaan-entrepreneur-award

https://economy.okezone.com/read/2012/10/21/22/707116/emil-dardak-sang-doktor-ekonomi-termuda-di-perusahaan-bumn

https://www.medcom.id/pendidikan/inspirasi-pendidikan/5b25on6N-bagi-emil-dardak-masa-kuliah-adalah-momen-paling-menyenangkan

 

 



Berikan komentar anda
Anda harus Masuk untuk memberikan komentar
belum ada komentar
×
logo-kenangan Download aplikasi