Anne Avantie

Anne Avantie
Profesi Perancang Busana, Pengusaha, Filantropis
Tempat lahir Semarang
Tgl Lahir 20-05-1954

Masa Kecil

Sianne Avantie, atau yang biasa dikenal Anne Avantie, adalah seorang perancang kebaya kondang Indonesia asal Semarang. Kebaya rancangannya telah merambah di kancah nasional dan internasional, serta selebriti dan wanita tersohor dunia banyak yang telah mengenakan kebaya rancangannya. Wanita kelahiran Semarang, 20 Mei 1954 ini merupakan anak ke-22 dari 24 bersaudara.

Masa kecilnya banyak dihabiskan di Solo, Jawa tengah.  Kedua orang tuanya yang merupakan keturunan tionghoa menyambung hidup dari berbisnis.  Ayahnya, Hari Alexander, memiliki usaha variasi mobil, sementara ibunya, Amie Indriati, memiliki usaha salon.

 

Anne di Masa Remaja

Sejak bersekolah di bangku sekolah dasar, Anne telah menunjukkan ketertarikannya di bidang mode.  Hal ini ditunjukkan dengan kemampuannya membuat hiasan pita rambut yang dijual kepada teman-temannya. Bakat menjahit ibunya rupanya mengalir didalam darah Anne Avantie. Ia juga pernah dipercaya beberapa kali untuk membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah, hingga berbagai ajaran hiburan remaja lainnya di Solo.

Namun, pendidikannya yang hanya sebatas tamatan SMP (Sekolah Menengah Pertama) sempat membuatnya dirinya berputus asa.  Ia merasa sedih dan ingin menyalahkan keadaan karena memiliki segala keterbatasan serta lahir dari keluarga yang bermasalah. Ditambah lagi, kegagalannya berumah tangga juga cukup menyisakan keterperukan yang dalam.

Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Anne Avantie berusaha untuk segera bangkit lagi dan berhenti meratapi nasib hidupnya.  Ia berusaha untuk meyakinkan diri bahwa keterbatasan yang dimilikinya seharusnya tidak boleh menjadi batasan yang menghambat dirinya untuk maju di masa depan. Ia berprinsip bahwa meskipun ia lahir dari keluarga bermasalah, ia tidak boleh membesarkan anak-anaknya kelak dari keluarga bermasalah.  Ia bekerja keras demi menghidupi dirinya dan seorang anaknya, Intan Avantie, yang kini juga mengikuti jejaknya menjadi seorang perancang kebaya.  Mulai dari berjualan mangga hingga menjadi SPG (Sales Promotion Girl) kosmetik pun dilakoninya.

 

Karier di Dunia Mode

Pada tahun 1989, Anne Avantie merasa terpanggil untuk kembali menekuni dunia mode yang telah menjadi minatnya sejak kecil.  Ia memulai kariernya sebagai perancang busana dari sebuah rumah kontrakan yang diberi nama “Griya Busana Permatasari” dan hanya bermodalkan dua buah mesin jahit.  Dengan tekun ia benar-benar memulai usahanya dari nol tanpa berbekal pengetahuan mendesain sama sekali. Semua dipelajarinya secara otodidak. Ia hanya bermodalkan intuisinya dalam mendesain karena tidak paham cara membuat pola atau menggambar desain, yang biasa dikerjakan seorang penjahit sebelum memulai membuat sebuah pakaian.  Biasanya ia hanya bermodalkan seutas kain kebaya dan patung manekin untuk membuat desain.  Nantinya, ia akan memotong langsung kain tersebut dan inspirasi untuk mendesain mengalir begitu saja.

Mulanya, usahanya membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang berciri khas manik-manik, serta menyewakan kostum tari berjalan lancar. Setelah cukup lama menggeluti bisnis tersebut di Semarang, ia memberanikan diri untuk mencoba peruntungan dengan memperkenalkan karyanya ke Jakarta. Proses tersebut cukup berliku dan tidak mudah.  Namun sang suami tercinta, Joseph Henry Susilo, dan ketiga anaknya selalu mendukung penuh apa yang dilakukannya.

Hingga akhirnya, perlahan tapi pasti, ia mendapat tempat tersendiri di hati pecinta kebaya dan di industri mode. Namanya mulai dikenal sebagai perancang kebaya kondang Indonesia dengan rancangannya yang begitu prestis dan bernilai tinggi. Hal itu dilakukannya ketika ia melakukan gebrakan dengan memperkenalkan rancangan kebaya kontemporer dengan potongan asimetris, yang sebelumnya belum pernah ada pada desain kebaya sebelumnya.  Rancangan tersebut makin bernilai tinggi karena Anne selalu memberikan sentuhan tangan secara menyeluruh pada hasil karyanya, sehingga tidak diproduksi masal dan menambah nilai eksklusifitas karyanya.

Dok. Kebaya Rancangan Anne Avantie

Kebaya rancangan Anne Avantie pun turut menarik perhatian publik, karena potongan kebaya dianggap tidak melulu membosankan seperti yang terdahulu.  Yayasan Putri Indonesia pun menjadi pelanggan setia Anne Avantie yang kerap kali menggunakan jasanya untuk merancang kebaya bagi para finalis Putri Indonesia dari tahun ke tahun. 

Tak hanya itu saja. Kebaya rancangannya pun telah merambah ke mancanegara ketika dikenakan oleh Putri Indonesia dalam perhelatan kontes ratu kecantikan sejagad, Miss Universe. Ketika ada kunjungan Miss Unverse ke Indonesia, mereka juga tak segan untuk mengenakan kebaya cantik rancangannya.

Pada tahun 2010, ia berhasil mendirikan dua butik di Mal Kelapa Gading dan Roemah Penganten, Grand Indonesia. Tak hanya itu saja. Ia juga memiliki toko yang diberi nama Pendopo yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya pengrajin UKM (Usaha Kecil Menengah). 

Meski telah berekspansi ke ibu kota, ia tidak meninggalkan rumah kerjanya yang bertempat di Semarang.  Baginya tempat tersebut telah menjadi saksi hidupnya dalam jatuh bangun meniti karir sebagai perancang kebaya yang benar-benar dimulai dari nol.  Saat ini, mengikuti kemajuan zaman, ia mendirikan situs resmi Anneavantiemall.com yang merupakan e-commerce untuk menjual hasil kerajinan UKM.

 

Sisi Lain Anne Avantie

Selain dikenal sebagai perancang kebaya kondang, Anne Avantie juga senang berbagi kasih dengan orang-orang tidak mampu atau anak-anak berpenyakit khusus yang membutuhkan bantuan. Kecintaannya diwujudkan dengan membangun yayasan amal Wisma Kasih Bunda di Semarang yang saat ini dikelola bersama keluarganya. Yayasan ini juga kerap kali bekerja sama dengan rumah sakit atau instansi pemerintah yang menangani permasalahan sosial di Semarang.

Kisahnya dalam membesarkan anak-anaknya juga sangatlah unik dan patut untuk ditiru. Kedua anaknya tidaklah memegang ijazah SMA.  Bagi sebagian besar orang tua, tentu merupakan suatu kegagalan apabila melihat anaknya tidak dapat menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.  Tapi bagi Anne dan suaminya, pendidikan dapat diperoleh dimana saja. Hal yang terpenting adalah anak-anaknya dapat hidup sesuai dengan minat mereka, sehingga ia ingin mengarahkan dan memberi kepercayaan pada anak-anaknya menekuni minat yang nantinya bisa menjadi salah satu jalan menuju sukses.

Terbukti anak pertamanya, Intan Avantie, saat ini tengah membangun karir sebagai perancang busana kebaya sama seperti dirinya. Intan sejak kecil yang telah membaur bersama bisnis sang bunda, ternyata memiliki minat yang sama dengan ibunya.  Ketika duduk di bangku SMA, ia tidak menamatkan pendidikan SMA karena mendapatkan beasiswa untuk belajar fashion designer di ESMOD Jakarta selama setahun yang menjadi bekalnya untuk menjadi seorang desainer seperti sang ibu.

Putra keduanya, Ernest Susilo, juga memilih untuk meninggalkan bangku SMA dan memilih untuk terjun langsung menekuni bidang kuliner demi bisa membangun restoran miliknya sendiri. Berkat kepercayaan yang diberikan sang ibu, ia kini berhasil menjadi seorang juru masak dan memiliki sebuah restoran yang diberi nama Avantie Can Cook.  Ia juga kerap kali diundang untuk menjadi pembicara atau pengajar masak di berbagai instansi dan perusahaan besar.

Bagi Anne, sejak kecil ia membiarkan anaknya untuk melihat dan berbaur dengan aktivitas bsinisnya.  Ia tidak merasa anak-anaknya merecokinya ketika banyak bertanya seputar pekerjaan yang ditekuninya tersebut. Justru ia ingin menjadi teladan bagi anak-anaknya, sehingga mereka bisa mencontoh nantinya ketika telah beranjak dewasa.  Tapi apapun jalan hidup yang dipilih anaknya, sebagai ibu ia akan membebaskan pilihan mereka namun tetap waspada sembari mengarahkan mereka.  Komunikasi yang baik dan penuh kedamaian baginya adalah kunci sukses antara orang tua dan anak untuk menjembatani pemikiran yang berbeda.

Kiprahnya di dunia mode pun selama 29 tahun berkarya pun membuahkan prestasi seperti Kartini Award pada tahun 2005, 2006, dan 2008 yang dianugerahkan oleh Ibu Ani Yudhoyono sewaktu masih menjabat sebagai ibu negara di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Meutia Hatta, Menteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia, juga pernah menganugerahinya penghargaan sebagai “Wanita Indonesia Bisa” pada tahun 2008. 

 

29 Tahun Anne Berkarya

Baru-baru ini, Anne Avantie mengadakan pagelaran busana pada ajang Indonesia Fashion Week 2018 untuk merayakan 29 tahun dedikasinya berkarya di bidang mode kebaya Indonesia.  Pagelaran busana yang mengangkat tema “Sekarayu Sriwedari” ini memamerkan 100 rancangan terbaik dari beberapa tahun silam dan juga rancangan terbaru yang belum pernah dipamerkan sebelumnya.

Dok. Indonesia Fashion Week 2018

Selebriti papan atas Indonesia pun turut memeragakan kebaya tersebut seperti Krisdayanti, Nia Ramadhani, Jessica Iskandar, Artika Sari Devi, Vanesha Prescilia, dan beberapa alumni Puteri Indonesia.  Yang mengejutkan, Anne Avantie juga menggandeng Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Susi Pudjiastuti, untuk menjadi model peraga busana pagelaran kebaya kontemporernya tersebut.  Hal ini dilakukan karena Susi Pudjiastuti merupakan cerminan kartini masa kini yang kiprahnya tidak diragukan lagi di pemerintahan.

Ia pernah menerbitkan buku biografinya yang berjudul “Aku, Anugerah, dan Kebaya” yang bertujuan untuk membuka mata hati dan memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia. Dalam kesehariannya, ia sendiri memilih untuk berpenampilan sederhana dan lebih banyak berbagi dengan sesama.

Prinsip hidupnya pun sederhana saja, memasrahkan segala sesuatunya pada Tuhan dan biarkan Tuhan yang bekerja pada takdir dan usaha kita.  Baginya, kesuksesan yang telah diraihnya selama ini juga berkat campur tangan Tuhan yang mengiringi usahanya dalam berkarya.  Sungguh tidak elok apabila setelah diberi kesuksesan lantas kita menjadi tinggi hati kepada orang lain.

 

Sumber:

https://www.jawaban.com/read/article/id/2015/12/18/506/140806120908/anne_avantiesukses_sebagai_desainer_sekaligus_penuhi_panggilan_tuhan

https://id.wikipedia.org/wiki/Anne_Avantie

https://edukasi.kompas.com/read/2011/09/19/16580145/Sukses.Berwirausaha.di.Usia.Belia.Berkat.Kepercayaan

https://wolipop.detik.com/read/2018/03/29/191929/3943902/233/29-tahun-berkarya-anne-avantie-hadirkan-100-busana-di-ifw

http://www.pesona.co.id/read/dua-generasi-mencipta-kebaya-kontemporer

https://www.finansialku.com/kisah-sukses-anne-avantie-pendiri-anneavantiemall-com/

https://waralabakan.com/info-id/profil/item/482-biografi-anne-avantie-perancang-busana-kebaya-indonesia.html

http://www.instagram.com/anneavantieheart

 

0 komentar
Berikan komentar anda
Anda harus Login untuk komentar